Meditasi Vipasana

Seni Hidup : Meditasi Vipassana

Setiap orang mencari damai dan harmonis, karena inilah yang kurang dalam kehidupan kita. Dari saat ke saat kita mengalami kegelisahan, kejengkelan, ketidak harmonisan, penderitaan. Saat seorang gelisah, ia juga menyebarkan penderitaan tersebut kepada orang lain – kegelisahan merembes keluar dari orang yang menderita ke sekelilingnya. Sehingga setiap orang yang berhubungan dengannya ikut menjadi jengkel dan gelisah. Tentu ini bukan cara hidup yang baik. Seorang harus hidup damai dgn dirinya sendiri dan juga dengan yang lain .Bagaimanapun manusia adalah makluk sosial, ia hrs hidup dan berhubungan dengan masyarakat. Bagaimana kita bisa hidup damai, bisa tetap harmonis dengan diri sendiri dan juga masyarakat sekitarnya, sehingga yang lain bisa hidup damai dan harmonis ?
Seseorang sedang gelisah. Untuk keluar dari kegelisahan, seorang harus mengetahui alasan dasarnya, sebab dari penderitaan. Bila ia menyelidiki masalah tersebut, akan jelas bahwa saat ia mulai membangkitkan kekotoran dalam batin, ia pasti menjadi gelisah. Suatu negatifitas dalam batin dan batin yang tidak murni, tidak bisa hadir bersamaan dengan kedamaian dan keharmonisan. Bagaimana seorang membangkitkan kekotoran batin? Sekali lagi dengan menyelidiki. Menjadi jelas, saya menjadi tidak senang saat melihat seorang berkelakuan dengan cara yang tidak saya sukai, atau sesuatu terjadi tidak seperti apa yang saya inginkan, atau sesuatu yang saya harapkan tidak terjadi. Dan saya membuat ketegangan dalam diri saya. Sepanjang hidup, hal yang tidak diharapkan selalu terjadi, hal yang diharapkan bisa terjadi bisa tidak. Setiap reaksi yang dibangkitkan terhadap kejadian-kejadian tersebut membuat simpul-simpul baru – simpul-simpul Gordian – dalam batin yang membuat seluruh struktur mental dan jasmani menjadi tegang, penuh negatifitas, yang membuat hidup menderita.
Satu cara untuk menyelesaikan masalah adalah mengatur agar hal yang tidak diharapkan tidak terjadi dan semuanya terjadi seperti apa yang saya inginkan. Maka saya harus mengembangkan kesaktian atau orang lain yang mempunyai kesaktian atas permintaan bisa datang membantu saya agar sesuatu yang tak kuingini tidak terjadi, dan agar semua yang kuingini dapat terjadi. Tapi ini tidak mungkin. Tidak ada seorang -pun di dunia ini yang keinginannya bisa selalu terpenuhi, bahwa sepanjang hidup orang itu, semuanya terjadi sesuai dengan keinginannya, tanpa ada suatupun yang tak diingini terjadi padanya. Terus menerus saja terjadi hal-hal yang berlawanan dengan harapan dan keinginan kita. Jadi timbul pertanyaan bagaimana agar saya tidak bereaksi buta terhadap hal-2 yang tidak saya sukai ? Bagaimana agar saya tidak membuat ketegangan ? Bagaimana menjaga tetap damai dan harmoni ?
Di India, juga negara lain, para bijaksana telah mempelajari masalah ini – masalah penderitaan manusia – dan menemukan solusinya: Bila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dan seorang mulai bereaksi dengan membangkitkan kemarahan, ketakutan atau negatifitas apa saja, secepatnya ia harus mengalihkan perhatiannya ke hal-hal lain. Misalnya, berdiri, mengambil segelas air, mulai minum. Kemarahannya tidak akan berlipatganda dan ia akan keluar dari kemarahan. Atau Ia boleh mulai menghitung: satu, dua, tiga, empat. Atau mengulang-ulang sebuah kata, kalimat atau mantra, mungkin mengulang nama-nama dewa dewi yang dipujanya maka pikiran akan dapat dialihkan dan dalam batas tertentu anda akan dapat keluar dari negatifitas, keluar dari kemarahan.
Solusi ini dapat membantu. Ia berjalan dan akan tetap berjalan. Dengan mempraktekkan ini, batin merasa bebas dari kegelisahan. Tapi sebenarnya solusi ini hanya bekerja pada lapisan sadar. Sesungguhnya dengan mengalihkan perhatian seseorang menekan negatifitas jauh ke dalam alam bawah-sadar dan pada lapisan ini ia terus membangkitkan dan menggandakan kekotoran yang sama. Pada permukaan terdapat lapisan ketenangan dan harmonis, tapi pada kedalaman batin terdapat gunung berapi yang tertidur berisi negatifitas-negatifitas yang tertekan itu yang cepat atau lambat akan meletus dengan hebat.
Sebagian penjelajahi kebenaran batin yang lain melanjutkan pencariannya : Dengan mengalami realita dari batin-materi dalam diri mereka. Mereka mendapatkan bahwa mengalihkan perhatian hanyalah menghindari diri dari masalah. Menghindar bukanlah solusi: orang harus menghadapinya. Saat negatifitas timbul dalam batin, amati saja, hadapi saja. Segera setelah seseorang mulai mengamati kekotoran mentalnya, kekotoran mentalnya mulai kehilangan kekuatannya. Dengan perlahan kekotoran batin akan layu dan tercabut.
Ini solusi yang baik : Ia menghindari baik kebebasan bereaksi atau penekanan yang ekstrim. Menyimpan kekotoran di dalam alam bawah-sadar tidak akan mengikisnya dan membiarkannya menjelma dalam bentuk tindakan fisik atau vokal hanya akan menimbulkan masalah lebih banyak. Tapi bila seorang hanya mengamati, maka kekotoran akan berlalu dan negatifitas tercabut. Ia terbebas dari kekotoran batin.
Ini kedengarannya bagus, tapi apakah ini benar-benar praktis ? Untuk rata-rata manusia biasa, apakah mudah menghadapi kekotoran batin? Saat kemarahan timbul, begitu cepat ia menguasai kita sehingga tidak sempat memperhatikannya. Dikuasai oleh kemarahan, kita akan melakukan tindakan-tindakan tertentu, baik fisik maupun vocal yang merugikan kita dan orang lain. Kemudian saat amarah telah berlalu, kita mulai menyesal, meminta ampun dari orang ini dan itu atau dari Tuhan: “Oh, saya telah membuat kesalahan, mohon ampuni saya !” Tapi saat berikutnya, kita berada dalam situasi yang sama, sekali lagi kita bereaksi dengan cara yang sama. Semua penyesalan-penyesalan itu sama sekali tidak menolong.
Kesulitannya adalah saya tidak menyadari saat kekotoran timbul. Itu dimulai dari jauh di dalam tingkat bawah-sadar pikiran dan saat ia mencapai tingkat pikiran sadar, ia telah mendapatkan kekuatan yang begitu besar yang bisa menguasai saya dan saya tidak dapat mengamatinya. Jadi saya harus mempunyai seorang sekretaris pribadi sehingga saat kemarahan timbul, dia akan berkata ‘Lihat Tuan, kemarahan timbul !’.Karena saya tidak tahu kapan amarah timbul,saya harus punya tiga sekretaris pribadi untuk berjaga bergantian selama 24-jam !. Umpama saya mampu melakukannya, saat amarah timbul dan segera sekretarisku mengatakan: ‘Tuan lihat, kemarahan timbul ‘, hal pertama yang akan saya lakukan adalah menamparnya dan memakinya: ‘Bodoh kamu ! Apakah kamu dibayar untuk mengajari aku ‘? “Saya sudah dikuasai oleh kemarahan, tidak ada nasihat yang baik yang bisa membantu.
Bahkan umpama kebijaksanaan menang dan saya tidak menamparnya, sebaliknya saya berkata :’Terima kasih banyak’. Sekarang saya harus duduk dan mengamati kemarahanku.” Namun apakah itu mungkin ? Segera setelah saya pejamkan mata saya dan mencoba mengamati kemarahan, segera objek kemarahan masuk ke pikiran saya – orang atau kejadian yang membuatku marah-. Jadi saya tidak mengamati kemarahan itu sendiri, saya hanya mengamati rangsangan luar dari emosi. Ini hanya akan menggandakan kemarahan. Ini bukan solusi. Adalah sangat sulit untuk mengamati negatifitas serta emosi yang abstrak, terpisah dari objek luar yang menyebabkannya .
Bagaimanapun jua seseorang yang telah mencapai kebenaran ultima telah menemukan solusi yang nyata. Beliau mendapatkan bahwa pada saat suatu kotoran timbul di dalam batin, secara bersamaan dua hal terjadi pada tingkat fisik. Yang pertama adalah nafas kehilangan iramanya yang normal. Kita mulai bernafas cepat saat negatifitas masuk dalam batin. Ini mudah diamati. Pada tingkat yang lebih halus, semacam reaksi biokimia terjadi didalam tubuh – semacam sensasi. Setiap kekotoran akan membangkitkan satu dan lain sensasi pada satu bagian tubuh atau lainnya.
Ini adalah solusi yang praktis. Orang awam tidak bisa mengamati kekotoran batin yang abstrak- katakutan, kemarahan atau emosi yang abstrak. Tapi dengan latihan dan praktek yang tepat, adalah mudah untuk mengamati pernafasan dan sensasi tubuh – keduanya langsung berhubungan dengan kekotoran batin.
Pernafasan dan sensasi tubuh akan membantu saya dalam dua hal. Pertama sebagaimana layaknya sekretaris pribadi. Segera setelah kekotoran timbul dalam batin saya, nafas saya akan berubah tidak normal. Ia akan mulai berteriak ‘Lihat ada sesuatu yang salah ‘. Saya tidak bisa menampar nafasku ; saya harus menerima “peringatan” tersebut. Demikian pula, sensasi-sensasi tubuh memberitahu saya bahwa sesuatu ada yang salah. Kemudian setelah menerima peringatan-peringatan tersebut, saya mulai mengamati nafas saya dan sensasi tubuh saya dan saya segera mendapatkan kekotoran berlalu.
Fenomena materi-batin ini seperti dua sisi dari sebuah mata uang logam. Pada satu sisi adalah apapun pikiran atau emosi yang timbul didalam batin. Sisi lainnya adalah nafas dan sensasi-sensasi dalam tubuh. Setiap pikiran atau emosi, setiap kekotoran mental mewujudkan diri dalam nafas dan sensasi tubuh pada saat itu. Jadi dengan mengamati nafas atau sensasi tubuh, saya sebetulnya sedang mengamati kekotoran batin. Sebaliknya daripada menghindari diri dari masalah, saya menghadapi kenyataan sebagaimana adanya. Kemudian saya mendapatkan bahwa kekotoran kehilangan kekuatannya. Saya tidak lagi bisa dikuasai seperti dulu. Bila saya bertahan, kekotoran akhirnya lenyap seluruhnya dan saya tetap damai dan bahagia.
Dengan cara ini, teknik pengamatan diri memperlihatkan kepada kita kenyataan dalam dua aspek : yaitu di dalam dan di luar. Sebelumnya, orang selalu melihat dengan mata terbuka lebar, melewatkan kebenaran di dalam. Saya selalu melihat keluar untuk mencari sebab dari ketidakbahagiaanku, saya selalu menyalahkan dan mencoba merubah realitas di luar. Karena ketidaktahuan saya akan realita di dalam, saya tidak pernah mengerti bahwa penyebab dari penderitaan berada di dalam, di dalam reaksi buta saya terhadap sensasi-sensasi tubuh yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Sekarang dengan berlatih, saya bisa melihat sisi lain dari mata uang. Saya bisa sadar akan nafas saya dan juga apa yang terjadi di dalam diri saya. Apakah itu nafas atau sensasi tubuh, saya belajar hanya mengamatinya tanpa kehilangan keseimbangan batin. Saya berhenti bereaksi, berhenti memperbanyak penderitaan., sebaliknya saya biarkan kekotoran mewujudkan diri dan berlalu. Semakin sering seseorang berlatih teknik ini, semakin cepat ia keluar dari negatifitas. Secara berangsur batin akan bersih dari kekotoran dan menjadi murni. Batin yang murni selalu penuh dengan cinta – kasih yang tanpa pamrih- untuk semuanya ; penuh kasih sayang kepada penderitaan orang lain ; penuh kegembiraan atas sukses dan kebahagiaan orang lain ; penuh keseimbangan dalam menghadapi segala situasi.
Saat seseorang mencapai tahap ini, seluruh pola kehidupannya mulai berubah. Tak mungkin lagi ia melakukan tindakan fisik atau vokal yang akan mengganggu kedamaian serta kebahagiaan orang lain. Sebaliknya batin yang seimbang tidak saja membuatnya damai dalam dirinya, tapi juga membantu orang lain menjadi damai. Atmosfir sekeliling orang itu akan terisi dengan Damai dan harmoni, dan ini akan mulai mempengaruhi orang-orang lain di sekelilingnya.
Dengan belajar tetap seimbang dalam menghadapi semua yang dialami dalam tubuhnya, orang akan juga mampu mengembangkan ketidakmelekatan terhadap semua situasi eksternal yang ia jumpai. Bagaimanapun, ketidakmelekatan ini bukanlah malarikan diri atau sikap tak peduli terhadap masalah duniawi. Seorang meditator Vipassana menjadi lebih sentitif terhadap penderitaan orang lain, dan berusaha sebisanya untuk meringankan penderitaan mereka – tidak dengan kegelisahan tapi dengan batin yang penuh cinta kasih, kasih sayang dan keseimbangan. Ia belajar ketidakmelekatan suci yakni bagaimana dapat terlibat penuh dalam membantu orang lain, sambil pada saat bersamaan menjaga keseimbangan batinnya. Dengan cara ini ia tetap damai dan bahagia, sewaktu bekerja untuk kedamaian dan kebahagiaan orang lain.
Inilah yang diajarkan oleh Sang Buddha : suatu Seni Hidup. Beliau tidak pernah membentuk atau mengajarkan suatu agama atau aliran. Beliau tidak pernah memerintahkan pengikutnya melakukan ritus atau ritual suatu formalitas kosong atau buta. Sebaliknya beliau hanya mengajarkan untuk mengamati alam sebagaimana adanya dengan mengamati realita di dalam tubuh. Karena ketidaktahuan, orang selalu bereaksi dengan cara-cara yang membahayakan dirinya dan juga orang lain. Tapi saat kebijaksanaan timbul – kebijaksanaan mengamati realita sebagai mana adanya – ia keluar dari kebiasaan bereaksi ini. Saat seorang berhenti bereaksi secara buta, ia mampu bertindak benar – tindakan yang keluar dari batin yang seimbang, batin yang melihat dan mengerti kebenaran. Tindakan demikian hanya bisa positif, kreatif, membantu dirinya dan juga orang lain.
Apa yang diperlukan sekarang adalah mengenal diri Anda sendiri – demikian nasihat para bijaksana. Seorang harus mengenal diri sendiri tidak hanya pada tingkat intelek, tingkat wacana dan teori, bukan juga pada tingkat emosi ataupun kebaktian yang hanya menerima secara buta apa yang didengar atau dibaca. Pengetahuan yang demikian tidak cukup. Seorang harus mengenal realita pada tingkat nyata. Orang harus mengalami langsung realita dari fenomena materi-batin ini. Hanya ini yang akan membantu kita keluar dari kekotoran, keluar dari penderitaan.
Pengalaman langsung atas realita dalam diri seseorang, teknik mengamati diri sendiri inilah yang disebut ‘Meditasi Vipassana’.Dalam bahasa India pada masa Sang Buddha , passana berarti melihat dengan mata terbuka seperti biasa, vipassana adalah mengamati sesuatu sebagai mana adanya, tidak sebagai apa yang terlihat. Kebenaran yang terlihat harus ditembus sampai seorang mencapai kebenaran akhir dari seluruh struktur materi-batin. Saat seorang mengalami kebenaran ini, ia akan berhenti bereaksi secara buta, berhenti menimbulkan kekotoran-kekotoran – dan secara alami, kekotoran lama akan berangsur tercabut. Orang itu akan keluar dari semua penderitaan dan merasakan kebahagiaan.
Terdapat tiga langkah dalam Kursus Meditasi Vipassana. Pertama tidak melakukan tindakan fisik atau ucapan yang mengganggu kedamaian serta keharmonisan orang lain. Seseorang tidak bisa membebaskan diri dari kekotoran batinnya bila ia terus melakukan perbuatan-perbuatan yang hanya memperbanyak kekotoran. Jadi aturan moral ini adalah penting sebagai langkah awal dari latihan. Kemudian orang berjanji tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berhubungan sex, tidak berbohong dan tidak mabuk. Dengan mematuhi aturan-aturan tersebut di atas dan menghindari diri dari perbuatan-perbuatan tersebut di atas, seseorang bisa menenangkan batinnya untuk melakukan tugas-tugas selanjutnya.
Langkah berikutnya adalah mengembangkan penguasaan atas pikiran yang liar dengan melatih untuk fokus tetap pada satu objek : Pernafasan. Seseorang mencoba memusatkan perhatian pada pernafasan selama mungkin. Ini bukanlah latihan pernafasan nafas : orang tidak mengatur pernafasan, sebaliknya nafas yang alami diamati sebagaimana adanya sewaktu nafas masuk dan keluar. Dengan cara ini pikiran/batin ditenangkan sehingga tidak lagi dapat dikuasai oleh negatifitas yang ganas. Pada waktu yang sama, pikiran dipusatkan, membuatnya menjadi tajam dan menembus, mampu untuk melakukan tugas-tugas pencerahan ke dalam diri.
Dua langkah pertama, yakni kehidupan yang bermoral dan penguasaan pikiran, adalah sangat penting dan bermanfaat. Tapi keduanya hanya akan membawa pada penekanan diri, kecuali jika seseorang mengambil langkah ketiga – memurnikan pikiran dari kotoran dengan mengembangkan pencerahan ke dalam diri seseorang. Ini adalah Vipassana : mengalami realita diri sendiri melalui pengamatan yang tenang dan sistimatis dari fenomena materi-batin yang selalu berubah yang terwujud sebagai sensasi-sensasi yang timbul dalam tubuh. Ini adalah puncak dari ajaran Sang Buddha: pemurnian diri melalui pengamatan diri.
Ini bisa dilakukan oleh semua orang. Setiap orang mengalami penderitaan, itu adalah penyakit universal yang memerlukan pengobatan universal. Bukan pengobatan sektarian. Bila seseorang menderita karena kemarahan, ini bukan kemarahan milik Buddhis, Hindu atau Kristen. Kemarahan adalah kemarahan ketika seseorang teragitasi sebagai akibat dari kemarahannya, maka agitasi tidaklah memandang apakah ia Kristen, Hindu atau Buddhist. Penyakit ini adalah universal. Obatnyapun harus universal.
Vipassana adalah obat yang dimaksud. Tak akan ada orang yang berkeberatan dengan Tata Tertib menjalani Hidup yang menghormati kedamaian dan keharmonisan orang lain. Tak kan ada yang berkeberatan dengan pengembangan penguasaan terhadap pikiran, tak kan ada pula yang berkeberatan terhadap pengembangan pencerahan ke dalam diri sendiri, yang memungkinkan seseorang untuk membebaskan pikiran dari negatifitas-negatifitas.
Vipassana adalah jalan universal. Mengamati realita sebagai mana adanya melalui pengamatan kebenaran dalam tubuh – ini adalah mengenal diri sendiri pada tingkat kenyataan dan tingkat pengalaman. Dengan berlatih seseorang dapat keluar dari penderitaan yang diakibatkan oleh kekotoran batin. Dimulai dari kebenaran yang kasar, eksternal dan kasat mata, orang mulai menembus kepada kebenaran akhir dari materi-batin, kemudian orang akan dapat meningkatkan diri sedemikian rupa sehingga ia akan mengalami suatu kebenaran yang melampaui materi-batin, melampaui ruang dan waktu ; melampaui bidang kenisbian yang terkondisi : Suatu kebenaran dari pembebasan total atas semua kekotoran, semua ketidakmurnian dan semua penderitaan. Nama apapun yang diberikan pada kebenaran ultima ini tidaklah relevan ; ini adalah tujuan akhir dari semua orang.
Semoga semua mengalami kebenaran akhir ini.Semoga semua orang keluar dari kekotorannya, penderitaannya. Semoga mereka menikmati kebahagian sejati, kedamaian sejati, keharmonisan sejati.
SEMOGA SEMUA MAHLUK BERBAHAGIA
Text diatas adalah berdasarkan ceramah yang diberikan oleh Mr. S.N. Goenka di Berne, Switzerland.

Perkenalan Teknik Vipassana

Teknik Vipassana, yang berarti melihat segala sesuatu sebagai mana adanya, adalah salah satu teknik meditasi yang sangat kuno dari India. Ini ditemukan oleh Buddha Gotama lebih dari 2500 tahun yang lalu , dan telah diajarkan oleh beliau sebagai penyembuhan universal untuk penyakit universal, yaitu suatu  Seni Hidup.
Teknik yang non-sektarian ini bertujuan pencabutan total dari kekotoran mental dan menghasilkan kebahagiaan tertinggi,yaitu pembebasan penuh . Penyembuhan, bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi menyembuhkan penderitaan manusia adalah tujuannya .
Vipassana adalah suatu cara merobah diri sendiri melalui pengamatan diri . Dengan memusatkan perhatian pada hubungan yang dalam antara batin dan tubuh . Hal ini bisa dialami langsung dengan perhatian yang serius pada sensasi tubuh, yang membentuk kehidupan tubuh ini , yang terus menerus berhubungan berhubungan dan membentuk kehidupan batin .Perjalanan inilah dengan dasar pengamatan pengamatan, penjelajahan diri sendiri , yang membawa ke akar batin dan tubuh, yang melarutkan kekotoran mental .Menghasilkan batin yang seimbang , penuh cinta dan kasih.
Hukum ilmiah yang mengatur pikiran seseorang, perasaan dan sensasi menjadi jelas . Dengan mengamati langsung, sifat bagaimana seseorang tumbuh atau surut, bagaimana seseorang membuat penderitaan atau membebaskan dirinya dari penderitaan , menjadi dipahami .Menjadikan hidup mempunyai karakter kesadaran yang meningkat , tanpa khayalan, pengendalian -diri, serta damai .

Tradisi
Sejak jamannya Sang Buddha , Vipassana telah diturunkan sampai sekarang ini, oleh rantai para guru yang tak terputus . Meskipun keturunan India, guru saat ini dalam rantai guru, Mr. S.N. Goenka, terlahir dan tumbuh di Burma .Selama disana ia mendapatkan keberuntungan belajar Vipassana dari gurunya,Sayagyi U Ba Khin yang waktu itu adalah pejabat tinggi pemerintahan. Setelah berlatih selama 14-tahun , Mr. Goenka tinggal di India dan mulai mengajar Vipassana pada tahun1969. Sejak saat itu ia telah mengajarkan beribu-ribu orang  dari segala suku, agama, dari Timur maupun Barat .Pada tahun 1982, ia mulai menunjuk asisten guru untuk membantunya memenuhi permintaan yang meningkat akan kursus Vipassana .

Kursus
Teknik ini diajarkan dlm kursus 10-hari. Selama itu peserta mengikuti  Tata Tertib Disiplin , yang diberikan, belajar metode dasar dan praktek yg cukup utk mendapatkan hasil yg bermanfaat.
Kursus ini memerlukan kerja keras dan serius. Ada tiga tahap latihan: pertama, menghindari membunuh, mencuri,aktivitas sex, berbohong dan mabuk selama kursus. Aturan moral yg sederhana ini berguna menenangkan pikiran, yg bila tidak, akan terlalu bergejolak untuk melakukan pengamatan diri.
Tahap berikutnya adalah mengembangkan penguasaan atas batin dengan belajar memusatkan perhatian pada realita alami dari nafas yang selalu berubah saat nafas masuk dan keluar melalui lobang hidung.
Pada hari ke-4 batin sudah lebih tenang dan terpusat, bisa lebih baik untuk berlatih Vipassana: mengamati sensasi pada seluruh tubuh, mengerti sifat alaminya dan mengembangkan keseimbangan dengan belajar untuk tidak bereaksi.
Tahap terakhir, pada hari terakhir, peserta belajar meditasi cinta kasih atau niat baik terhadap semuanya. Yang mana kemurnian yang berkembang selama kursus dibagikan kepada semua makluk.
Sebenarnya keseluruhan latihan adalah latihan mental. Seperti kita menggunakan latihan fisik untuk menyehatkan tubuh.Vipassana bisa digunakan untuk mengembangkan batin yang sehat.
Karena ini telah terbukti bermanfaat, penekanan yang kuat diberikan untuk menjaga teknik ini pada bentuk yang asli. Teknik ini tidak diajarkan secara komersil, tapi secara cuma-cuma. Tiada orang yang terlibat dlm pengajaran menerima imbalan materi.
Tidak ada biaya untuk mengikuti kursus- tidak juga beaya untuk makan dan tempat tinggal . Semua beaya dipenuhi dari sumbangan para siswa lama yang mendapatkan manfaat dari Vipassana, yang ingin memberi kesempatan yang sama kepada orang lain.
Tentu hasilnya datang secara bertahap melaui latihan yang berkelanjutan. Adalah tidak realistis mengharapkan semua masalah terselesaikan dlm sepuluh hari. Dalam waktu itu dasar Vipassana bisa dipelajari sehingga bisa dipraktekkan dlm kehidupan sehari-hari. Lebih banyak teknik ini dipraktekkan, lebih banyak kebebasan dari penderitaan dan lebih dekat pada tujuan akhir yaitu pembebasan penuh. Bahkan sepuluh hari bisa memberi hasil yang jelas bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari .
Semua orang yang tulus boleh mengikuti kursus Vipassana untuk melihat sendiri bagaimana teknik ini bekerja dan mengukur manfaatnya yang luar biasa. Semua yang mencoba akan mendapatkan Vipassana adalah alat yang berharga untuk mendapatkan serta berbagi kebahagiaan dengan yang lain.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kursus Vipassana di daerah anda, anda dapat menghubungi perwakilan lokal Vipassana.

Perkenalan Teknik Vipassana

Vipassana adalah salah satu teknik meditasi yang paling kuno dari India. Setelah lama hilang di peradaban manusia, Vipassana ditemukan kembali oleh Buddha Gotama lebih dari 2500 tahun yang lalu. Perkataan “Vipassana” berarti “melihat segala sesuatu sebagaimana yang sebenarnya”. Vipassana adalah proses pemurnian diri melalui pengamatan diri sendiri. Seseorang dapat memulai dengan mengamati pernapasan alamiah untuk memusatkan pikiran. Dengan kesadaran yang dipertajam, ia melanjutkan dengan mengamati sifat jasmani dan bathin yang senantiasa berubah dan mengalami kebenaran universal tentang ketidakkekalan, penderitaan dan tanpa ego/aku. Merealisasi kebenaran dengan pengalaman langsung ini adalah proses pemurnian. Seluruh Jalan (Dhamma) adalah obat universal untuk mengatasi masalah-masalah universal dan tiada sangkut pautnya dengan sesuatu organisasi keagamaan atau sektarianisme, karena alasan inilah Vipassana dapat dipraktekkan oleh setiap orang, pada waktu kapanpun, di tempat manapun, tanpa ada konflik dengan ras, suku/kelompok atau agama dan akan terbukti mempunyai manfaat yang sama untuk seluruh umat manusia
Vipassana bukanlah:
Suatu ritus atau ritual yang didasari pada keyakinan yang membuta.
Hiburan intelektual ataupun filosofis.
Rekreasi,liburan atau kesempatan bersosialisasi.
Pelarian dari cobaan-cobaan dan godaan-godaan hidup sehari-hari.
Vipassana adalah:
Suatu teknik yang akan menghapus penderitaan.
Sebuah seni hidup yang dapat digunakan demi kontribusi positif bagi masyarakat.
Sebuah metode pemurnian pikiran yang memungkinkan orang untuk menghadapi tekanan dan problema   hidup dengan cara yang tenang , dan seimbang.
Meditasi Vipassana mengarah pada sasaran religius tertinggi yaitu pembebasan total dan pencerahan batin sepenuhnya. Tujuannya bukan semata-mata untuk menyembuhkan penyakit jasmani. Tetapi, sebagai hasil sampingan dari pemurnian batin, banyak penyakit psikosomatik (penyakit yang sumbernya dari batin tetapi gejalanya timbul pada jasmani) dapat disembuhkan. Sesungguhnya Vipassana adalah sebuah seni hidup yang membasmi tiga penyebab dari semua ketidakbahagiaan : nafsu keinginan, kemarahan dan ketidaktahuan. Dengan praktek terus menerus, meditasi akan membebaskan ketegangan-ketegangan yang terbentuk dalam kehidupan sehari-hari, membuka belenggu kebiasaan lama yang bereaksi dengan cara yang tak seimbang terhadap situasi yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Dengan demikian ia mengembangkan energi
Meskipun Vipassana dikembangkan sebagai suatu teknik Meditasi oleh Buddha Gotama, pelaksanaannya tak terbatas hanya untuk umat Buddha. Sama sekali tidak ada masalah pengalihan agama. Teknik ini bekerja atas dasar sederhana bahwa semua orang mempunyai masalah-masalah pokok yang sama dan suatu teknik yang dapat membasmi masalah-masalah pokok tersebut akan mempunyai ciri aplikasi yang universal. Orang-orang yang berasal dari berbagai agama telah mengalami manfaat Meditasi Vipassana, dan telah mendapatkan bahwa tidak ada konflik dengan keyakinan keagamaannya.

Meditasi dan Disiplin Diri
Proses pemurnian diri dengan introspeksi (menyelidiki ke dalam batin) sudah tentu tidaklah mudah – para siswa harus bekerja keras untuk hal itu. Dengan usahanya sendiri, para siswa tiba pada realisasinya sendiri, tak ada seorangpun yang dapat melaksanakannya untuk mereka. Oleh karena itu, meditasi hanyalah cocok untuk orang-orang yang mau bekerja dengan serius dan melaksanakan disiplin yang sebenarnya untuk manfaat dan perlindungan bagi pelaku meditasi. Disiplin dan peraturan-peraturan adalah suatu bagian yang integral dari praktek meditasi..
Sepuluh hari tentulah suatu waktu yang sangat singkat untuk menembus ke tingkatan yang paling dalam dari pikiran bawah-sadar dan mempelajari bagaimana membasmi kerumitan-kerumitan yang berada di sana (pikiran bawah-sadar). Praktek yang terus menerus di tempat sunyi adalah rahasia keberhasilan dari teknik ini. Peraturan dan tatatertib telah dibuat berkenaan dengan aspek praktis ini. Peraturan dan tatatertib bukanlah ditujukan untuk kepentingan guru atau manajemen, juga bukanlah ungkapan tradisi yang negatif, orthodoks atau keyakinan membuta dalam suatu agama. Peraturan dan tatatertib ini dibuat berdasarkan pengalaman praktis dari beribu-ribu pelaku meditasi selama bertahun-tahun dan adalah ilmiah dan rasional. Menaati peraturan dan tatatertib menciptakan suasana yang sangat kondusif untuk meditasi, melanggar peraturan dan tatatertib berarti mengacaukannya.
Seorang siswa harus tinggal selama lengkap 10 (sepuluh) hari waktu latihan, disamping itu peraturan-peraturan lainnya juga harus dibaca dan dipertimbangkan dengan hati-hati. Hanyalah mereka yang merasa bahwa dirinya dapat dengan jujur dan sungguh-sungguh melaksanakan disiplin boleh mengajukan pendaftaran untuk mengikuti latihan.
Mereka yang tidak bersedia untuk berusaha dengan tekad kuat akan membuang waktunya dengan sia-sia, dan lebih-lebih lagi, akan mengganggu mereka yang niat berlatih dengan serius. Calon siswa juga harus mengerti bahwa tidaklah bermanfaat dan tidak menyenangkan meninggalkan latihan tanpa menyelesaikan seluruh kursus hanya karena mendapatkan bahwa disiplinnya terlalu sukar. Demikian pula, sangatlah tidak baik bila sesudah diperingati berulang-ulang, seorang siswa tetap tidak mengikuti peraturan dan harus diminta untuk meninggalkan latihan.

Orang dengan Kelainan Mental Serius
Orang dengan kelainan mental serius sekali-sekali datang ke kursus Vipassana dengan harapan yang tidak realistis, bahwa teknik ini akan menyembuhkan atau meringankan masalah kejiwaan mereka. Hubungan antar pribadi yang tidak stabil, dan sejarah berbagai perawatan, dapat menjadi tambahan faktor penyebab bagi mereka untuk sulit merasakan manfaat ataupun menyelesaikan kursus sepuluh hari. Kapasitas kami sebagai organisasi sukarela ‘non-profesional’ membuat tidak mungkin bagi kami untuk merawat dengan benar mereka yang mempunyai latar belakang demikian .Walau Vipassana bermanfaat untuk kebanyakan orang, tetapi ini bukanlah pengganti untuk perawatan medis atau terapi psikiatris , dan kami tidak menganjurkan kursus ini untuk orang yang mempunyai kelainan mental yang serius .

Tata Tertib Disiplin
Pondasi dari latihan ini adalah sila –moralitas. Sila menjadi dasar bagi pembangunan samadhi –konsentrasi pikiran;dan pemurnian pikiran dicapai melalui panna –kebijaksanaan,pandangan terang.

Aturan Moral
Semua siswa Vipassana harus dengan sungguh-sungguh melaksanakan lima peraturan moral (sila) berikut ini selama latihan :
1. Tidak membunuh makhluk hidup;
2. Tidak mencuri;
3. Tidak melakukan segala macam kegiatan seksual;
4. Tidak berbohong;
5.Tidak minum alkohol/minuman keras.
Terdapat tiga sila tambahan berikut ini yang diharapkan untuk dilaksanakan oleh siswa lama (siswa lama adalah siswa yang telah menyelesaikan satu kali latihan dengan S.N. Goenka atau dengan asistennya).:
6. Tidak makan sesudah tengah hari;
7. Tidak menikmati kesenangan indria (musik, nyanyi dan lain sebagainya) dan tidak berhias diri;
8. Tidak menggunakan tempat tidur yang tinggi dan mewah.
Siswa-siswa lama melaksanakan sila ke-6 dengan hanya minum teh atau air jeruk pada jam 5 sore, sedangkan siswa-siswa baru boleh minum teh dengan susu atau buah-buahan. Guru dapat memberikan izin kepada siswa lama untuk tidak melaksanakan sila ini karena alasan kesehatan.

Penerimaan Guru dan Teknik Meditasi
Selama jangka waktu kursus, para siswa harus menyerahkan diri sepenuhnya kepada Guru dan kepada Teknik Vipassana, termasuk di dalamnya semua peraturan-peraturan, tatatertib, peraturan dasar disiplin dan jadwal waktu kursus. Hanya dengan sikap penyerahan total inilah, seorang siswa dapat bermeditasi dengan rajin dan seksama. Penyerahan dilakukan dengan arif dan penuh pengertian, bukanlah patuh dengan membuta.
Keyakinan demikian kepada Guru dan teknik (Vipassana) adalah sangat penting bagi lancarnya bimbingan dan proteksi bagi para siswa.

Ritus, Ritual Agama dan Teknik-Teknik Meditasi lain
Selama latihan adalah mutlak penting bahwa segala bentuk sembahyang, pemujaan atau upacara keagamaan – seperti puasa, membakar dupa, menghitung tasbih, membaca mantra, menyayi, menari dan sebagainya tidak dilakukan. Semua teknik meditasi yang lain, dan praktek-praktek penyembuhan atau keagamaan, juga harus ditunda. Hal ini bukanlah untuk mencela teknik atau praktek lain, tetapi untuk memberikan ujian yang adil kepada teknik Vipassana dalam kemurniannya.
Para siswa diberikan peringatan keras untuk tidak mencampur Vipassana dengan teknik meditasi lain. Kendati telah berulang-ulang diperingatkan oleh guru, terdapat banyak kasus/kejadian pada waktu-waktu yang lalu, dimana para siswa telah mencampurkan dengan sengaja teknik meditasi Vipassana ini dengan ritual atau teknik lain, sehingga menyebabkan kerugian yang besar bagi dirinya sendiri..
Para siswa peserta kursus (Vipassana), diharapkan untuk bekerja persis seperti apa yang diinstruksikan oleh Guru, tanpa mengurangi atau menambahkan sesuatu kepada instruksi tersebut. Keragu-raguan atau ketidak-mengertian apapun yang mungkin timbul, harus selalu ditanyakan kepada Guru dan mendapatkan penjelasan dari Guru.

Yoga dan Olahraga
Kendati tidak bertentangan dengan Vipassana, latihan jasmani yoga dan olahraga fisik harus ditunda selama latihan meditasi karena tidak tersedia fasilitas yang sesuai. Lari-lari (jogging) juga tidak diperkenankan. Pada waktu istirahat, para siswa boleh berjalan-jalan di tempat yang telah disediakan.

Konsultasi dengan Guru
Masalah dan pertanyaan yang berkenaan dengan meditasi harus selalu ditanyakan kepada guru untuk mendapatkan penjelasannya. Waktu antara jam 12 tengah hari dan jam satu siang disediakan untuk wawancara pribadi dengan guru. Pertanyaan-pertanyaan juga boleh ditanyakan antara jam 9 malam hingga jam 9.30 malam dalam ruang meditasi.
Wawancara dan waktu bertanya disediakan semata-mata dengan maksud untuk menjelaskan problem praktis sebenarnya yang dialami dalam praktek meditasi ini. Wawancara dan waktu bertanya janganlah dianggap sebagai kesempatan untuk mengadakan diskusi filosofis atau argumentasi intelektual. Sifat unik dari meditasi Vipassana hanya dapat dihargai dengan mempraktekkanya dan selama latihan, para siswa harus memusatkan diri khusus pada tugas ini.

Berdiam diri yang mulia
Semua siswa harus melaksanakan berdiam diri yang mulia dari permulaan kursus hingga pagi hari pada hari ke-10. Berdiam diri yang mulia artinya berdiamnya jasmani, ucapan dan pikiran. Bentuk komunikasi apapun dengan sesama siswa apakah itu dengan gerak tangan, bahasa isyarat, catatan tertulis dan sebagainya, semua tidak diperkenankan.
Tetapi para siswa boleh bertanya soal meditasi kepada guru ; dan boleh bicara kepada manajemen apabila ada persoalan makanan, akomodasi, kesehatan dan sebagainya. Meskipun demikian, hubungan ini harus sesedikit mungkin. Para siswa harus mempunyai anggapan bahwa mereka bekerja sendirian.

Pemisahan Total Pria dan Wanita

Pemisahan total antara laki-laki dan wanita harus dijaga. Pasangan, suami istri atau bukan, sama sekali tidak boleh bersentuhan selama latihan. Hal yang sama berlaku pula antar sahabat, antar keluarga dan sebagainya.

Kontak Jasmani
Adalah penting bahwa selama latihan tidak boleh ada kontak jasmani apapun antara orang-orang yang sama atau berlainan jenis kelamin .
Benda-benda keagamaan, tasbih, kristal, medali dan sebagainya
Benda-benda tersebut di atas tidak boleh dibawa ke tempat latihan meditasi. Apabila terbawa tanpa sengaja, benda benda tersebut harus dititpkan kepada manajemen selama kursus berlangsung.
Barang-barang berharga
Siswa-siswa diminta untuk tidak membawa perhiasan-perhiasan atau barang-barang berharga ke tempat latihan meditasi. Apabila barang berharga telah terbawa juga, siswa dapat menyimpannya pada manajemen dengan resiko ditanggung siswa sendiri.
Barang keperluan sehari-hari
Berhubung tidak tersedianya fasilitas-fasilitas perbelanjaan pada tempat latihan meditasi, para siswa harus membawa sendiri barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun, pasta gigi, obat pengusir nyamuk, lampu senter, payung dan lain sebagainya. Pihak manajemen akan menyediakan kasur dan bantal untuk meditasi. Para siswa diharap membawa sendiri penutup kasur.
Minuman keras dan obat terlarang
Obat-obat terlarang dan minuman yang mengandung alkohol tidak boleh dibawa ke tempat latihan meditasi, hal ini berlaku pula untuk obat penenang, obat tidur dan sebagainya. Siswa yang sedang menggunakan obat atas resep dokter harus memberitahukannya kepada guru.
Merokok
Untuk kesehatan dan kenyamanan semua siswa, maka merokok, mengunyah tembakau dan sebagainya tidak diperkenankan di tempat latihan meditasi.
Pakaian
Pakaian seharusnya sederhana, sopan dan enak dipakai. Pakaian yang ketat, tembus pandang, mencolok dan sebagainya (misalnya : celana pendek, gaun pendek, celana ketat, baju tanpa lengan), seharusnya tidak dipakai. Berjemur matahari, telanjang sebagian tidak diperkenankan. Hal ini penting dilakukan agar supaya tidak menimbulkan gangguan kepada orang lain.
Mandi dan cuci
Tidak ada perlengkapan mesin cuci dan alat pengering, oleh karena itu para siswa harus membawa pakaian secukupnya. Pakaian yang kecil dapat dicuci dengan tangan. Mandi dan cuci boleh dilakukan hanya pada jam istirahat, tidak boleh dilakukan pada jam-jam meditasi.
Hubungan dengan dunia luar
Selama latihan, para siswa harus berada dalam batas tempat latihan yang telah ditentukan. Mereka hanya boleh meninggalkan tempat latihan dengan izin khusus dari guru. Hubungan denga dunia luar tidak diizinkan sebelum waktu latihan berakhir. Hal ini meliputi surat-surat, telepon, dan pengunjung. Kalau ada kasus darurat, seorang kawan atau keluarga dari siswa boleh menghubungi manajemen.
Makanan
Adalah tidak mungkin untuk dapat memuaskan kesenangan dan kesukaan pada makanan tertentu dari semua siswa ; mereka dimohon dengan hormat agar dapat menerima makanan sayuranis (vegetarian) yang sederhana yang telah disediakan. Manajemen berusaha menyediakan menu makanan yang baik dan sesuai untuk para siswa. Apabila siswa yang memerlukan makanan khusus karena kesehatan, agar memberitahukan manajemen.
Musik, bahan bacaan ,dan tulisan
Memainkan musik, radio dan lain-lain tidak diperkenankan. Bahkan bacaan dan tulisan tidak boleh dibawa ke tempat latihan, tetapi harus dititipkan kepada manajemen. Para siswa tidak boleh mengganggu dirinya dengan membuat catatan-catatan. Pelarangan membaca dan menulis adalah untuk menekankan segi praktis dari meditasi ini.
Alat perekam suara (tape recorder) dan kamera
Alat-alat tersebut di atas tidak boleh digunakan, kecuali dengan seizin guru.

Biaya Penyelenggaraan Latihan Meditasi
Mutlak tidak dikenakan biaya apapun untuk mengikuti kursus meditasi Vipassana, sebagai perwujudan Ajaran Dhamma. Semua biaya-biaya yang dikeluarkan selama kursus berlangsung dibiayai sepenuhnya oleh sumbangan-sumbangan dari siswa lama dan sumbangan-sumbangan tersebut juga dipakai untuk menutupi semua pengeluaran-pengeluaran seperti administrasi, Satpam, Izin-izin, biaya sewa tempat latihan, pemakaian listrik & air, overhead dan lain sebagainya. Yayasan tidak mempunyai sumber pendapatan lain kecuali sumbangan-sumbangan siswa-siswa lama tersebut di atas.
Sesuai dengan Tradisi Vipassana yang murni, sumbangan-sumbangan tidak perduli berapapun jumlahnya, besar atau kecil, hanya dapat diterima dari siswa-siswa lama yang telah memperoleh manfaat dari mengikuti satu kali kursus/latihan dan yang kemudian mengembangkan suatu keinginan yang kuat agar Roda Dhamma dapat terus berputar agar makin banyak umat manusia dapat memperoleh manfaat daripada Dhamma dengan fasilitas-fasilitas latihan yang makin baik.
Dengan alasan tersebut di atas, tiada sumbangan yang boleh diterima dari siswa baru pada saat ia baru mendaftar mengikuti kursus.Namun, pada akhir kursus, siswa-siswa tersebut senantiasa disambut untuk menyatakan perasaan kepuasaan dan kemauan baiknya dengan memberikan sumbangan-sumbangan semata-mata berdasarkan kesukarelaannya sendiri.
Sumbangan semacam itu adalah sumber dari penyelenggaraan kursus dalam tradisi ini di seluruh dunia.Tidak ada Yayasan atau orang kaya yang mensponsorinya . Baik Guru maupun penyelenggara tidak menerima bayaran apapun atas pelayanan mereka .Dengan demikian, penyebaran Vipassana dengan kemurnian tujuan, bebas dari segala bentuk komersialisme.
Baik sumbangan itu kecil ataupun besar, ini harus diberikan dengan harapan untuk membantu orang lain.Kursus yang telah saya jalani telah dibiayai oleh kemurahan hati para siswa lama;sekarang biarlah saya memberikan sesuatu untuk menjalankan kursus yang akan datang, sehingga orang lain juga dapat merasakan manfaat dari teknik ini .

Ringkasan
Untuk memperjelas semangat dibalik perauran dan disiplin, hal tersebut dapat diringkas sebagai berikut :
Perhatikan baik-baik bahwa tindakan anda tidak mengganggu orang lain. Jangan memperhatikan gangguan dari orang lain.
Terdapat kemungkinan bahwa seorang siswa tidak bisa mengerti alasan-alasan dari satu atau beberapa peraturan-peraturan tersebut di atas. Daripada membiarkan pikiran negatif dan keraguan berkembang, ia perlu segera memohon penjelasan kepada guru.
Hanyalah dengan menjalani pendekatan disiplin dan usaha maksimum, seorang siswa dapat sepenuhnya mengerti praktek ini, dan mendapatkan manfaat dari-nya.Penekanan selama latihan adalah ‘bekerja’. Meditasilah seolah anda berada sendirian, dengan pikiran mengarah ke-dalam, mengabaikan semua ke-tidaknyaman-an dan gangguan yang mungkin ditemui .
Akhir kata, para siswa seharusnya memperhatikan bahwa kemajuan mereka dalam Vipassana tergantung semata-mata pada Paramita mereka (perbuatan/jasa baik yang terakumulasi di masa-masa yang lalu) dan juga pada 5 (lima) faktor, yakni : upaya sungguh-sungguh, keyakinan, ketulusan ; kesehatan dan kebijaksanaan.
Semoga informasi diatas membantu anda untuk mendapatkan manfaat maksimal dari latihan meditasi anda. Kami merasa bahagia untuk mendapatkan kesempatan melayani, dan semoga anda damai dan harmonis dengan mengalami Vipassana.

Jadwal Waktu
Jadwal untuk latihan meditasi berikut ini dirancang untuk mempertahankan kelangsungan praktek. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, para siswa dianjurkan untuk mengikutinya sebaik mungkin.
04:00—————Bel bangun pagi
04:30 – 06:30——-Meditasi di ruang meditasi atau di tempat sendiri sesuai petunjuk guru
06:30 – 08:00——-Makan pagi dan istirahat
08:00 – 09:00——-MEDITASI BERSAMA DI RUANG MEDITASI
09:00 – 11:00——- Meditasi di ruang meditasi atau di tempat sendiri sesuai petunjuk guru
11:00 – 12:00——-Makan siang dan istirahat
12:00 – 13:00——-Waktu untuk bertanya kepada guru di ruang meditasi
13:00 – 14:30——-Meditasi di ruang meditasi atau di tempat sendiri sesuai petunjuk guru
4:30 – 15:30——-MEDITASI BERSAMA DI RUANG MEDITASI
15:30 – 17:00——-Meditasi di ruang meditasi atau di tempat sendiri sesuai petunjuk guru
17:00 – 18:00——-Minum/makanan ringan dan istirahat
18:00 – 19:00——-MEDITASI BERSAMA DI RUANG MEDITASI
19:00 – 20:30——-Ceramah Dhamma di ruang meditasi
20:30 – 21:00——-MEDITASI BERSAMA DI RUANG MEDITASI
21:00 – 21:20——-Waktu bertanya kepada guru di ruang meditasi
21:30—————Istirahat tidur – lampu dipadamkan.
Catatan : selama meditasi bersama di ruang meditasi, tidak seorangpun diizinkan
meninggalkan ruang meditasi.

Anda dapat mendaftarkan diri untuk latihan meditasi dengan mengisi dan mengirimkan formulir kursus untuk jadwal yang telah ditentukan di salah-satu Pusat Meditasi di seluruh dunia atau lokasi kursus non-center .

Dhamma Java Vipassana Centre

Jl. H.Achmad No.99; Kampung Bojong, Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja
Cisarua-Bogor, Indonesia

3 Tanggapan

  1. Saya pernah dua kali mengikuti meditasi vipasana SN Goenka di Bali dan 2 kali ikut Dhamma worker namun karena ketahuan ikut ajaran spiritual dari Guru lain maka saya tidak pernah dilibatkan lagi dalam kegiatan vipasana dan kehilangan kontak dengan pengurusnya di bali.
    Seperti yang Bapak wayan tulis meditasi ini dilaksanakan selam 10 hari full, tanpa bicara keculai saat saat tertentu dengan Guru. Banyak sekali pengalam menarik mengikuti meditasi ini dan banyak peserta yang gugur karena tidak sanggup tanpa bicara terutama bagi wanita.
    Meditasi Bapak Merta Ada memakai teknik meditasi ini . Saya mendengar Bpk Gde Prama menekuni meditasi ini.

  2. Pak Wayan,

    Kalau di Bali dimana tempat latihan teknik meditasi Vipassana ini??

    Suksme,

    Dwija

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: