AKU MINTA TUHAN
Aku minta Tuhan untuk mengambil deritaku.
Tuhan berkata, Tidak
Itu bukan untuk Kuambil, tapi untuk kau serahkan.
Aku minta Tuhan untuk menyempurnakan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, Tidak
Jiwanya sempurna, tubuhnya hanya sementara.
Aku minta Tuhan untuk memberikan kesabaran.
Tuhan berkata, Tidak
Kesabaran adalah hasil dari kesengsaraan; itu tidak diberikan tetapi dihasilkan
Aku meminta Tuhan untuk memberiku kebahagiaan.
Tuhan berkata, Tidak
Aku memberimu berkah-Ku, kebahagiaan terserah padamu.
Aku meminta Tuhan jangan memberiku derita.
Tuhan berkata, Tidak
Penderitaan menarikmu dari perhatian duniawi dan membawamu lebih dekat pada-Ku.
Aku meminta Tuhan untuk membuat semangatku berkembang.
Tuhan berkata, Tidak
Kamu harus mengembangkannya sendiri, tapi Aku akan mematangkanmu untuk membuatmu berbuah.
Aku meminta Tuhan memberi semua hal hingga mungkin aku dapat menikmati kehidupan.
Tuhan berkata, Tidak
Aku akan memberimu kehidupan supaya kau dapat menikmati semua hal.
Aku meminta Tuhan untuk membantuku MENCINTAI yang lain seperti IA mencintai AKU.
Tuhan berkata…..Ahhhh, akhirnya! Kamu memahaminya.
(Sai Message, 2003)
PENDIDIKAN
Ciri orang terpelajar adalah kerendahan hati,
karena ia belum mampu mengetahui hal yang tidak terhingga,
banyak yang masih harus diselidiki.
Orang yang terpelajar harus insyaf bahwa dia memiliki,
lebih banyak kewajiban daripada hak istimewa,
lebih banyak tugas dari hak.
Akhir dari kebijaksanaan adalah kebebasan;
akhir dari kebudayaan adalah kesempurnaan;
akhir dari ilmu pengetahuan adalah cinta kasih;
dan akhir dari pendidikan adalah karakter;
Ciri akhir pendidikan
adalah berkembangnya karakter.
Karakter yang baik adalah kekuasaan,
bahkan untuk mendapatkan pengetahuan,
diperlukan karakter yang baik.
Ciri seorang cendekiawan adalah kerendahan hati,
sebab ia belum mampu mengetahui hal yang tak terhingga,
masih banyak yang harus diselidiki.
Cendekiawan mesti insyaf bahwa dia memiliki,
lebih banyak tugas dan kewajiban daripada hak.
(Swami Sathya Narayana)
CINTA DAN KEBAHAGIAAN
Di mana ada keyakinan, di sana ada cinta,
Di mana ada cinta, di sana ada kedamaian,
Di mana ada kedamaian, di sana ada kebenaran,
Di mana ada kebenaran, di sana ada Tuhan,
Di mana ada Tuhan, di sana ada kebahagiaan.
(Diskursus Sathya Sai Baba, 21-11-1999)
HAKIKAT HIDUP
Persembahkanlah di atas daun badan,
bunga pikiran, harum oleh kerendahan hati,
buah batin yang matang dalam tapa rohani
dan manis dengan sari belas kasihan,
keramahan serta pengendalian diri,
dan air dari linangan air mata
yang timbul oleh sukacita kebahagiaan.
(Swami Sathya Narayana)